I just hate it, ketika insomnia datang di saat tidak tepat. Jum'at seharian saya tidak tidur sampe sabtu pagi, padahal sabtu ada 3 kali siaran. Jam 8 pagi saya harus gantiin Rusty siaran sampe jam 10 padahal mata udah ga kuat lagi, jam 1 masih ada siaran lagi. Sebenernya mau manfaatin 3 jam buat tidur tapi ternyata si Yuri sms kalo dia udah sampe Solo dan ga diurus sama panitianya. Oh poor them, jadi saya cancel rencana tidur dan langsung menghampiri anak-anak ERK di salah satu rumah panitia. Bahkan panitianya tidak memesankan hotel, padahal si Yuri udah confirm dari sebulan sebelumnya, pas lagi di Jakartapun mereka juga udah confirm sebenernya. Ngobrol bentar sama mereka, trus jam stgh 1 saya harus cabut dulu ke rumah Adjie buat pinjem gitar, soalnya bingung ntar ERK mau ditanya apa lagi, belum sebulan juga mereka ke sini dan yang interview juga saya. daripada bosen mending nyiapin some games dan suruh maen live on air aja. Sebenernya jam 1 saya sudah tidak kuat melek lagi, ditambah perut mules yang mengakibatkan saya mencret beberapa kali,bahkan sampe saya harus meninggalkan bandnya untuk ke belakang beberapa kali  . Jam 1-2 interview dengan Discomojoyo dulu. Well, they're pretty weird actually. I mean untuk jadi band bagus kita tidak perlu menghina band yang sudah hina kan? Hahaha. Anyway,saya tidak mau menghina ataupun memuji mereka. Trus jam 2 Cholil, Akbar sama Adrian dateng. Interview yang lebih nyantai kali ini dengan mereka. Karena sebelumnya mereka serius sekali, hahaha, karena udah kenal kali ya. Ada sesi dimana mereka harus bikin puisi dengan kata-kata yang udah kita siapin dengan durasi 1 lagu doank, trus dilanjutin dengan live on air Hujan Jangan Marah. Baru pertama denger lagu ini dan saya langsung suka, Cholil kalo nyanyi soulful sekali ya sampe mukanya merah semua. Jam 3 selesai interview langsung pulang ke rumah ganti baju dan nemenin anak-anak ERK maen di pensi SMA 1. Banyak sekali muda-mudi di sana. One thing that i really hate from the show is when there is one or two person who trew away some paper into the stage, seems like he or she never learned any manners to respect other person, in this case the band (ERK). If you don't like it you can just walk away from the gigs, you don't have to do that rite? Anyway selesai maen saya langsung diajakin si Akbar sholat maghrib (Oh tidaaak). Saya langsung diceramahi Akbar habis-habisan, hahaha wah si Akbar ini seperti si Cungkring saja yang selalu mengingatkan sholat  Setelah itu kita langsung menuju ke Langen Bogan, salah satu pusat kuliner di Solo, ada sekitar 70 kios yang jual macem-macem makanan di sana mulai dari yang tradisional ampe modern, cari pecel, cabuk rambak, gudeg, dawet, apapun lah ada, makanan arab juga ada, hohoho Mata saya semakin tidak tertahankan padahal jam 10 masih ada siaran, habis itu anak-anak ERK pamitan langsung pulang ke Jakarta soalnya besoknya mau maen di Kemang. Saya pun juga langsung ke radio, rencananya sih mau tiduran bentar di sofa, tapi ga tau kenapa kok ga ada yang bangunin saya, alhasil saya ketiduran sampe jam setengah satu pagi, bangun-bangun saya langsung shock. Tadi yang siaran siapa ya? ditambah tiba-tiba di HP saya isinya fotonya anak-anak, dan tidak ada yang membangunkan sayaaaa !!
Sebenernya ini udah diposting beberapa temen di MP, salah satunya pak Gharonk juga, tapi selama ini saya cuma menghiraukanya saja. Then I realized, kenapa nggak ya sekali-kali mendukung Indonesia dalam Pemilihan ulang New 7 Wonders ini. Dulu, jaman SD kalo disuruh bawa Atlas ke sekolah mungkin kita sedikit bangga karena di halamn akhir biasanya ada 7 keajaiban duni dan Indonesia memiliki Candi Borobudur yang tercantum di dalamnya. Mungkin beberapa tahun lagi itu ga akan ada lagi, atau mungkin masih ada. You're The One Who Decide guys ! Seperti yang saya bilang, meskipun sepele tapi bener-bener One Vote means a lot. Percayalah wahai saudaraku kalau di sisi lain di dunia ini banyak yang melakukan apa yang sudah kita lakukan ini. Sedikit kalo dikolektifkan jadi banyak juga kan? Jadi silahkan buka www.new7wonders.com and start voting. Jangan lupa sebarkan atau kasih tau ke temen-temen kantor atau siapapun yang anda kenal ya? Biar kelak anak cucu kita masih bisa berbangga hati ketika membuka Atlas dan masih ada Indonesia di halamn 7 keajaiban dunianya Cheers !!
Sebenernya agak males juga ngomongin hal yang berbau politik seperti ini, tapi sekali-kali gpp lah. Aku sering ngomongin mengenai hal ini ke beberapa orang tapi ga pernah nulis, dan karena lagi ga ada kerjaan jadi mending nulis aja. Dan ini cuma pendapat subjektif dari orang awam yang mungkin bisa dibilang kurang mengerti mengenai politik. Tapi tidak semua warga negara diharuskan mengerti seluk beluk politik kan? Begini ceritanya aku sedikit eneg dan males melihati foto-foto para calon gubernur yang sekarang lagi maraknya di daerahku. Di sepanjang jalan dalam satu gang di kampungku aja udah ada sekitar 15 - 20 spanduk yang hanya menampilkan Foto mereka saja. Dan bisa dihitung sendiri ada berapa gang di kecamatanku dan ada berapa jalan yang ada cuma di satu kota aja. Dan coba hitung sendiri berapa biaya yang terbuang sia-sia hanya untuk "narsis" dan pamer foto aja. Itu belum termasuk jenis kampanye yang lainya. Aku sangat-sangat membenci sitem kampanye pemerintahan yang ada di Indonesia, dan aku heran kenapa ini masih berlanjut sampai sekarang. Ada beberapa alasan kenapa aku sangat membencinya. Yang pertama dan yang paling utama, bayangkan berapa duit yang harus keluar hanya untuk berkampanye, kabarnya untuk 1 calon Camat aja sempat menghabiskan puluhan bahkan ratusan juta, apa kabar dengan Gubernur dan Presiden ? Dan yang perlu digaris bawahi adalah mereka bukanlah orang yang sangat-sangat dermawan sehingga akan mengikhlaskan uang mereka begitu saja. Bisa dibilang ini adalah Motivasi mereka yang utama untuk berkorupsi kelak, bahkan politik seperti ini menjadi sebuah bisnis dimana kampanye dianggap sebagai sebuah lahan Investasi baru. Semakin banyak duit yang mereka keluarkan, semakin banyak pula yang ingin mereka dapatkan suatu hari kelak. Sudah terlihat betapa busuknya mereka, karena kalau dipikir secara rasional gaji murni mereka apabila mereka jujur selama masa periode mungkin tidak akan mampu untuk mengembalikan dana yang sudah keluar hanya untuk berkampanye. Bahkan dulu pas aku maen ke Bandung aku sempat ngeliat ada pasangan Calon yang membuat semacam Base Camp atau apapun itu yang cukup besar dimana seluruh temboknya terpampang foto pasangan calon yang sangat besar (Wah, berapa duit yang keluar buat beli tanah. bangun rumah dan tetek mbengeknya ya?) Adapula yang blocking sticker-sticker di mobil. Belum lagi kalau udah kampanye di jalan raya, para calon harus membayar massanya dan membiayai segala transport dan uang bensinya. Dan yang lebih parahnya lagi ada salah satu partai yang meminta Dana Kampanye semacam ini tidak dibatasi. Waw Waw Waw !! Kapan hutang Indonesia bisa Lunas..?? Isn't it such a waste ?? Silahkan simpulkan sendiri untuk lebih lanjutnya. Selain itu jenis kampanye semacam itu sangat-sangatlah tidak efektif. Kenapa ? karena jelas kita tidak mengenal sama sekali siap para Calon tersebut, yang kita kenal hanyalah Wajah mereka. Salah satu dasar pembodohan rakyat !! Adalagi yang sangat lebih tidak efektif, bisa dilihat di sini. Mereka sangat mengerti bahwa rakyat Indonesia masih banyak yang bodoh. Dan dengan ini pasti banyak rakyat yang akan memilih mereka. Berapa banyak duit lagi yang harus keluar dan keluar dan keluar ??? Kalau dilihat-lihat tidak ada negara dengan sistem kampanye semacam ini selain di Indonesia sejauh yang saya tau. Memalukan, bagaimana kalau negara lain tau untuk memilih seorang pemimpin di Indonesia mereka mengadakan konser dangdut atau mencari artis sebanyak-banyaknya. Kenapa nggak artisnya aja sekalian kaya mantan personel G4UL itu. Biar malu, malu sekalian. Kenapa sistem kampanye seperti ini tidak diubah, kenapa mereka tidak sadar bahwa hal kecil yang sering mereka temui ini adalah sumber pembodohan rakyatnya, sumber dari sumber korupsi. Kenapa KPK dan KPU tidak mencari akarnya? Dan menurut saya Pemerintah sangat memiliki kekuasaan penuh atas media. Kenapa tidak diadakan pidato atau debat calon presiden dengan memblok timing semua media mulai dari seluruh stasiun TV swasta ataupun radio? kenapa pidato hanya untuk memperingati hari-hari besar saja? Saya yakin Pemerintah mempunyai hak tersebut. Menurut saya itu lebih Efektif dan Efisien, kalau diblok dalam waktu yang sama pasti mau tidak mau rakyatnya akan mendengarkan atau melihat Pidato, Debat atau apapun itu jenisnya. Dengan begitu para calon pemilih bisa memiliki gambaran yang jelas mengenai visi, misi atau cara berpikir calon pemimpin mereka. Dan itu tidak membutuhkan biaya sebanyak menyebar Flyer, Spanduk, Atau pasang iklan di Televisi Swasta, dan semoga saja tidak menjadi Motivasi mereka yang tadinya ingin mengembalikan berapa banyak uang yang hilang hanya untuk kampanye diri. Dengan begitu sedikit pula dana yang keluar. Toh, dananya bisa dialokasikan untuk rakyat miskin, memperbaiki sekolah-sekolah atau apa saja yang pasti lebih berguna dan bermanfaat. Dan selama sistem kampanye di Indonesia masih seperti-seperti ini saja, mohon maaf apabila saya lebih memilih menjadi GolPut
 | It's you | May 29, '08 4:26 PM for everyone |
Why would you have to be a slut in order to get a better life ?
Why would you have to pretend that you are such a nice person to talk to in order to get closer to them ?
Why would you have to do something that you don't even like it ?
Why would you lie to yourselves just to increase your prestige ?
Why would you pretend to be smart, but actually you're just a dumb
Why did you say that ?
Why did you have to jerking on them, but you your ownself is not more than a looser
Aren't you tired of smiling ?
Aren't you tired of licking their ass ?
Aren't you tired being a hoo ?
Why don't you just put down your mask ?
Is it too hard for you to reveal yourself ?
Ooohh, i know you're just affraid
And you just want to play safe
So that they can accept you
What a pity
Sepanjang yang saya tau, selama ini lagu dengan genre jazz, baik itu Fusion, New Orleans, Big Band / Swing, Beebop, Smooth, Funk. apalagi ya? Yang pasti semacam itulah. Lagu-lagu itu tidak pernah mendapat cela yang berlebih, berbeda dengan lagu Pop, atau Rock. Lagu Pop kalau sedikit melayu saja sudah mengundang kontorversi dan berbagai cela. Lagu Rock juga demikian, kalo kata Arian sih banyak Band yang mengaku bandnya bergenre Rock padahal lagunya nggak rock sama sekali, teman saya menambahkan lagu Rock itu ya Rock, jadi kalau ada band yang menyebut band mereka Slow Rock itu ya bukan Rock, masa Rock kok ngeslow.
Lalu disambung dengan liriknya juga, sebenernya banyak juga lho lagu jazz yang berlirik mengenai cinta melulu, tapi kenapa ya kalau dinyanyikan dengan Pop yang seperti biasa menjadi terlihat murahan. Jazz seperti mempunyai kekuatan tersendiri untuk membuat sebuah lagu menjadi lebih exclusive. Banyak lagu-lagu Pop, Hip-Hop, R&B atau Rock yang dibuat versi Jazznya menjadi lebih keren menurut kebanyakan orang awam.
Ya Kurang lebih seperti itulah, Apakah dalam musik itu ada sebuah tingkatan bagi genre-genre tertentu ya? Saya juga ga ngerti. Karena musik susah untuk ditebak. Sebuah subjektifitas, dimana setiap orang yang mendengarkan pasti memiliki penilaian yang berbeda-beda pula.
Ketika seseorang memberikanmu sebuah kepercayaan, kamu akan melaksanakan sebaik-baiknya kan?
Kenapa saya sangat mudah percaya kepada orang? Bahkan orang yang belum saya kenal sekalipun? Ah, stupid Lagi-lagi saya dibodohi
Tapi akan saya ikhlaskan saja Anggap saja ini sebuah pengalaman dan pelajaran baru Jangan terlalu percaya dengan orang, walau diluar terlihat baik dan menyenangkan I mean it !!
 | yayaya | Apr 29, '08 10:28 PM for everyone |
Shit, i'm getting too individualism recently.. hope that i won't leave the society.. but, so what..? i used to be alone.. but but but..?? aaaaaaarrrrrrrrggghh..
21 April 2008. Sebuah keputusan yang sangat sulit dan berat dalam hidup saya akhirnya saya ambil juga. Saya berhenti kuliah dengan berbagai macam pertimbangan. Dan saya bersyukur juga karena orang tua saya akhirnya mau mengerti alasan dari keputusan saya tersebut setelah sekian lama saya berusaha meyakinkanya. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya bisa memilih apa yang ingin saya pilih, bukan hanya sekedar "iya" dan melakukanya saja. Meskipun banyak teman saya yang menertawakan, meragukan, serta menyayangkan tindakan saya ini. Ada yang bertanya kenapa nggak dari dulu dulu aja, dan kenapa baru kepikiran sekarang, Saya jawab ini bukanlah suatu keputusan yang mudah bagi saya dan segalanya butuh proses. Ada pula yang bertanya kenapa nggak nungguin taun ajaran baru aja sekalian, Saya jawab saya tidak ingin membuang waktu sia-sia di sini, karena masih banyak hal yang bisa saya lakukan yang menurut saya lebih berguna bagi diri saya pribadi.
Masih teringat jelas bagaimana saya pertama kali masuk dan mengenakan jas almameter itu. Tidak ada hasrat sama sekali, rebel, dan tidak patuh pada aturan yang menurut saya konyol, kolot, dan tidak rasional. Teringat pada saat ospek dimana saya merupakan mahasiswa yang sering di panggil di depan barisan dan dilihati banyak peserta ospek lainya karena saya rebel, yang akhirnya saya dipilih menjadi ketua angkatan. Teringat juga ketika pertama kali saya bertemu beberapa teman saya yang menjadi teman susah dan senang bersama (Pewe, Wisnu, Akbar, Alfian, Manto, Heru ). Teringat juga bagaimana saya tidur di kelas, ditegur dosen, dan ditertawakan teman sekelas. Teringat ketika saya selalu berusaha mencari tempat duduk di pojok belakang sebelah jendela setiap hari rabu dan kamis agar bisa melihat dan memandangi "Si Lucu" keluar dari kelas dan berharap dia melihatku saat itu. Teringat bagaimana saya mengerjakan laporan praktikum sampai jam 3 pagi bahkan sering nggak tidur, dimana keseluruhanya harus ditulis tangan, tulisan tidak boleh jelek, tidak boleh ada coretan atau goresan tipex sedikitpun (Sangat konvensional..) Teringat juga ketika saya harus mengulang satu bab penuh karena tulisan yang jelek, tidak sesuai dengan format (batas kanan atas bawah dan spasi 1,5), tidak rapi dan banyak coretan
Paling tidak, tempat itu sudah menjadi tempat dimana sebagian hidup saya diisi dengan berbagai macam hal, pelajaran, dan pengalaman. Saya menemukan teman yang menyenangkan, kakak angkatan yang sok dan selalu berusaha menindas saya, saya menemukan "Si Lucu", dan juga dosen perawan tua yang nggak henti-hentinya ngomel. Terima kasih banyak kepada keluarga besar Teknik Kimia UNS Solo
Saya tidak menyerah, bukan menyerah, berhenti kuliah bukan berarti berhenti berjuang. Saya hanya mencoba berpikir lebih realistis. Saya tidak butuh gelar, gengsi atau sekedar pengakuan dari masyarakat tapi saya hanya butuh survive. Selamat datang babak baru dalam hidup saya, semoga pilihan saya tepat bagi saya pribadi dan semoga diridho'i. Amin
Dulu kamu selalu menjadi bahan imajinasiku. Aku selalu berandai-andai tentangmu. Aku mulai membuat cerita tentangmu untuk memanjakan otakku. Karena saat itu kamu tak tersentuh. Ingin sekali aku bisa menjadi orang yang memiliki hubungan dekat denganmu. Ingin aku bercerita apa saja denganmu. Bahkan ingin aku bercinta denganmu. Tapi tidak pernah bisa dan itu berlangsung berbulan-bulan. Berbulan-bulan pulalah aku selalu berkhayal tentangmu.
Tapi hari ini, akhirnya aku mendapat kesempatan itu. Kita berdua akhirnya bisa saling mengenal. Pergi bersama. Berbincang-bincang yang panjang dan lama. Kamu telah membuka mataku. Mengubah cara berpikirku yang mungkin akan sangat berguna dan menentukan episode berikutnya dalam hidupku. Terima kasih banyak.
Dan kini aku merasa bersalah karena pernah menjadikanmu sebagai bahan imajinasiku itu. Aku benar-benar merasa bersalah. Tidak sepantasnya aku melakukanya karena kebaikanmu itu. Maaf dan terima kasih.
Ketika saya mencoba keluar dari sebuah sistem.. Mereka menertawakan saya dengan penuh sangsi.. Tapi,kita lihat saja nanti siapa yang akan tersenyum lebar di akhir episode..
Sesal datang bertubi-tubi Bukan hanya sekali Rasanya ingin mati Mengiris urat nadi Itu dungu tapi
Mati Dari ma ke ti Berakhir di "i" Berawal lagi di "i" Lalu idup kembali Tapi menyesal lagi
 | Help ! | Apr 11, '08 5:33 AM for everyone |
Ada yang tau cara ngilangin virus dari iPod ga..? Ternyata virus yang kemaren nyerang kompie saya itu berasal dari ipod adek saya.. Dan karena kerja iPod ini sangat lambat (harus masuk itunes dulu dan loading yang sangat lama) takutnya virusnya udah masuk ke kompie lagi sebelum saya scan.. Anyone can help..? I wish bisa masukin anti virus ke dalem iPod..
Aaarrgghh..!! Gue paling benci kalo udah ketiduran gini.. Sialan..! Kenapa gue ga bisa mengatur waktu dengan baik.. Kenapa gue harus kurang tidur.. Bulan depan gue ga akan minta jadwal pagi lagi.. Nyerah.....
Hari itu aku ditegur sama salah satu dosen pengajarku, karena nggak bisa fokus dalam kuliah. Aku inget banget gimana dia mempermalukanku di depan temen-temenku dulu. Dosen yang satu ini emang sedikit subjektif sama aku. Dia adalah tipe orang yang anti mahasiswa part timer..!! Ditambah aku juga sering telat karena jarak rumah-kampus yang cukup jauh. Dulu di depan kelas aku pernah ditanyai, “Kamu di rumah apa ya belajar mas..?” Aku ga mau munafik dan aku jawab apa adanya aja. “Jarang Pak..” Kalo bilang sering nanti kalo nggak bisa ngerjain soal malah malu-maluin kan..? Lalu dia mulai ceramahnya mengenai belajar yang nggak cuma di kampus tapi juga 70% di rumah dan sebagainya secara panjang lebar seakan-akan menyudutkanku dan memberi sampel ama temen-temen kalo aku ini sampel yang buruk dan nggak pantes ditiru.
Lalu dia tanya lagi “Lhoh, kok jarang, emang kamu sebagai mahasiswa sibuk apa sih..?? Semasa saya kuliah dulu saya punya banyak sekali waktu tuh, tapi... yaaaaaa... tergantung mahasiswanya juga, kalo waktunya cuma buat maen ke mall, jalan-jalan, ato nonton sinetron ya ga bakal maju-maju.” Lalu aku jawab “Kebetulan saya ada kerja sampingan Pak..” Dan si bapak pun menjawab “Oooh sampingan... hebat donk ya bisa cari duit sendiri. Emang kerjanya dimana..?” Lalu saya jawab lagi “Di radio pak..” Lalu dia dengan agak sinis mulai berceramah lagi. Menjelaskan mengenai kuliah lagi. Waktu yang terbuang sia-sia dan segala macemnya. Katanya kalo mau kerja, besok aja kalo udah lulus. Yang penting sekarang fokus dulu ke kuliah, nilai bagus, cari kerja gampang. (Ooohh yeeeaaah...??!! Jaminan ya..?). Katanya kalo kuliah pake acara disambi-sambi gitu ga bakal kelar-kelar kuliahnya. Karena ga bisa fokus dan pikiranya terpecah.
Lalu dia mulai menganalogkan otak dengan hard disk. “Otak kita itu seperti hard disk, mempunyai kapasitas yang terbatas, jadi pinter-pinternya kita dalam mengatur dan mengisi hard disk itu. Kalau Hard disk 250 GB yang 200 GB cuma diisi lagu-lagu aja ya ga bakal pinter-pinter, mau jadi apa nanti..??” (Disini dia nyindir aku yang kerjaanya, mungkin menurut dia cuma ngapalin lagu, artis, judul lagu dan info-infonya, tapi dengan sindiran analogi yang sangat halus ). Aku cuma diem aja dengerin dia ceramah dan ngeliatin temenku yang pada cekikikan karena mereka tau dia lagi nyindir aku. Bahkan aku yang sebagai sampel buruk ini diceritain ke kelas-kelas lain (Kelas malem, Non Reg, dan D3). Tapi aku nyantai aja kok, aku yakin hidup ga mungkin selamanya jalan lurus. Bukan berarti kalo nanti aku kuliah di Teknik nantinya bakal jadi Engineer, toh ada banyak juga Sarjana Teknik yang nganggur, dan banyak juga orang yang kerjaanya nggak sesuai sama lulusanya pas kuliah dulu.
Dalam hati aku cuma ngomong, “OK Pak, silahkan anggap saya sebagai sampel yang buruk, tapi suatu saat nanti saya yakin kalo roda itu terus berputar, mungkin saat ini saya berada di bawah, memang saya membutuhkan bapak sebagai pengajar, dan saya juga cuma bisa bilang “iya” aja sebagai mahasiswa. Tapi suatu saat nanti pasti bapak juga akan butuh bantuan saya saat giliran saya di atas nanti, entah itu secara langsung dari bapak sendiri, atau mungkin suatu saat nanti anak bapak jadi bawahan saya.” Dan aku cuma ketawa aja pas ngeliat nilai D di mata kuliah yang dia ajar. Ha Ha Ha !!
Sakit yang nggak keliatan physically tapi bener-bener menyiksa adalah sakit gigi dan ambeien. Karena dua-duanya tidak akan menimbulkan wajah pucat pasi atau lemes. Kalau sakit gigi sih masih bisa nunjukin ya giginya yang bolong atau bengkak, lhah kalo ambeien gimana coba..?? Emang mau pamer pantat..?? Dan beruntungnya aku pernah ngerasain dua-duanya. Kalau sakit gigi sih udah beberapa bulan atau tahun yang lalu. Tapi kalau ambeien, baru kali ini aku ngerasainya. Gila, mau ngapa-ngapain susah banget. Mau duduk PW susah, batuk dan bersin pun rasanya sakit karena ototnya ikut ketarik. Dan kombinasi antara diare dan ambeien adalah yang paling parah sakitnya. Baru aja kemaren aku ngerasain paket combo dahsyat itu. Tapi syukur diarenya udah mampet. Sayangnya ambeienya belum sembuh. Aku juga ga nyangka kenapa bisa kena penyakit ini. Tapi katanya sih karena kebanyakan ngeden. Entah itu ngeden pas beol atau ngeden pas c**i. Printilan yang keluar belum mau masuk lagi. Untung belum parah, soalnya yang keluar baru satu kecil yang sebelah kiri. Kemaren yang kanan juga hampir keluar tapi ga jadi. Kalo yang tengah udah keluar katanya harus dioperasi. Dan aku ga mau dioperasi. Jadi ini lagi rajin-rajinya minum ambeven, biar printilanya masuk lagi.
PS : Menulis sambil mendengarkan sigur ros supaya lebih memaknai suasana ambient dan ambeien
Lebam otak tak bernyawa Tangan setan membawanya Menusuk dengan gelap Meracuni permanental Kekal sesat di dalamnya Hukumi musuh di sebelah kirinya Hingga sepi didapatnya Definisi pengucapan satu mata Mencemari darah peraliranya Hingga Kulturpun membawanya Dan anehlah dia
Siang hari itu panas sekali. Aku menempuh perjalanan sekitar setengah jam dari kampus ke rumah, karena perjalanan yang cukup lama juga aku tidak pernah lupa membawa headsetku agar nanti bisa bernyanyi-nyanyi di jalan. Sampai di rumah sudah terbayang kasur,bantal dan guling yang empuk. Jadi sasaran utamaku kali ini adalah kamarku. Ketika membuka pintu kamar, aku kaget sekali. Ternyata di kasurku ada seorang gadis kecil sedang tidur terlelap. Aku tidak pernah melihat dia sebelumnya. Gadis itu berukuran kecil sekali dan mempunyai rambut yang berwarna biru muda ungu dan orange. Di rambutnya juga ada kerlap-kerlip semacam gliter. Aku mencoba mendekatinya perlahan-lahan karena penasaran, dan “Hap” dia langsung terbangun dan nyengir kepadaku. “Aku udah nungguin kamu dari tadi lhooooo...” begitu katanya. Karena bingung lalu aku bertanya. “Emang kamu siapa., kok aku belum pernah lihat kamu sebelumnya..??” Lalu dia tertawa cekikikan sambil menutup mulutnya dengan tangan. “Hihihihi, ya iya laaah, kan aku baru saja datang dari Ceres..”. Aku mulai kebingungan, karena hal ini belum pernah terjadi padaku. “Hah?? apa itu Ceres...?? Kok kamu bisa tiba-tiba masuk kamarku, emang ibuku ga curiga sama kamu..??” Lalu dia menjawab. “Oh tidak dooonk,hihihihi, Ceres itu tempat asalku.” Aku semakin ga ngerti apa maksudnya “Trus kamu kesini mau ngapain..?” . Dia berdiri dengan kaki kecilnya lalu meloncat-loncat. “ Aku mau bermaiiiin, bermaiiin, dan bermaiiiin.” Pikirku, lucu sekali ya gadis kecil ini dan ternyata dia punya 2 sayap kecil di punggungnya. “Ooooh mau bermaiiin, baiklah, baiklaah, emang kamu mau bermain apa..? Eh iya kita kan belum kenalan, nama kamu siapa..?” Sambil malu-malu dia menjawab, "Namaku Razzly jiz, masa kamu lupa sih sama aku..??”. “Hah..?? Emang aku pernah bertemu kamu sebelumnya ya..? Bukanya ini pertama kali kita bertemu..?” Mukanya sedikit cemberut “Ah, sepertinya kamu memang benar-benar lupa, padahal dulu kita sering bermain bersama, kita juga sering bercerita-cerita, tapi sudahlah, yang penting sekarang akhirnya kita bisa bertemu lagi.” Dalam hatiku masih penasaran dan sedikit mengganjal, tapi aku jawab saja “Oh, OK.” “Kamu mau main apa..? Aku punya beberapa permainan nih yang belum pernah aku pake, ini ada Monopoli hadiah ulang tahun dari Nonit kemarin, kamu bisa maen monopoli nggak..?” Dia tidak langsung menjawab pertanyaanku, tapi malah balik bertanya. “Nonit..?? Siapa dia..?”. Aku tersenyum dan berkata. “Nonit itu temanku semasa TK, kamu harus ketemu sama dia deh, dia orangnya juga suka bermain-main.” Dia tersenyum kegirangan dan menjawab. “Wah sepertinya menyenangkan..!! Mau, mau mauuu.” Lalu kami pun malah berbincang bincang cukup lama sambil bermain monopoli bersama. Aku bercerita mengenai keluarga dan teman-temanku begitu pula dia. Pokoknya hari itu sangat menyenangkan karena kami bisa bermain sampai puas. Sampai-sampai aku kelupaan kalo ada janji dengan temanku jam 4 sore, padahal waktu itu jam menunjukan Pukul 16.15. “Razzly, aku ada janji nih sama temen, maenya dilanjutin nanti lagiii yaaaa...!!” Dia terlihat sedikit kecewa tapi lalu dia tersenyum sambil berkata “Baiklah, aku akan menunggu di sini sampai kamu pulang..” Lalu aku pun bergegas keluar, tapi ternyata dia mengikutiku sambil berkata, “Apa kamu selalu begini..? Kamu nggak lupa sesuatu..” Aku sedikit berpikir-pikir sambil ngecek isi tas dan segala macem. “Ah nggak kok, gak ada yang lupa..” Lalu dia menjawab. “Kamu tidak lupa pamit sama Ibumu..?” Aku cuma bales nyengir aja. “Ah, ibu juga pasti udah tau kalo aku pergi, udah kebiasa kok, nggak pamit pun juga ga bakal dicari,hehehe..” Dia menjawab “Jangan gitu donk, itu tidak baik, bagaimana kalau kamu nanti tidak akan pernah kembali lagi..??” “Hah..?” kemudian aku berpikir, apa maksud dari pertanyaanya... “ Mmm, baiklah, terima kasih ya sudah mengingatkan, sebenernya kalo bisa sih aku juga maunya tidak akan kembali lagi hahaha, tapi aku tidak bisa pergi begitu saja.” Lalu aku masuk ke dalam rumah lagi untuk berpamitan dan kemudian pergi meninggalkan rumah.
I'm still wondering sampe sekarang, kenapa orang ga pernah keberatan dengan bau kentutnya sendiri. Padahal kalo orang lain yang kentut kita pasti komentar berlebihan "Brengsek bau kentut siapa nih,gila.." Atau "Anjir kentut babi darimana nih,baunya pesing banget.." dan berbagai reaksi berlebihan lainya. Tapi kita sendiri yang kentut biasanya nyaman-nyaman aja dengan baunya. Kadang cuma ketawa nyengir, ato kebanyakan pura-pura nggak tau karena malu sambil bilang "Iya nih siapa sih yang kentut, ga sopan banget deh.." padahal dalem hati cekikikan hihihi. Sebenernya ga cuma kentut aja sih. Kalo aku sendiri, ga pernah keberatan dengan segala macam bau yang berasal dariku. Misalnya daki, tau kan item-item yang suka nyempil di jempol kaki. Itu padahal kalo di endus orang lain baunya minta ampun. Tapi buatku baunya khas. Hahaha. Begitu juga dengan bau ketek, kadang suka ngelus elus ketek dan pas dicium baunya biasa aja sih. Kecing-kecing nikmat gitu. Tapi kalo liat iklan rexona teen yang berlebihan itu kurang lebih sama lah dengan reaksi orang di sekitar. Trus bau apalagi ya. Mmm bau kaos kaki. Itu juga biasa aja buatku. Sama yang paling ga nguatin nih bau orang bangun tidur yang ilernya masih fresh from the oven, eh fresh from the mouth, sekali mangap atau ngomong dikit. Waaaw amazing !! Tapi emang kita pernah ngerasa keberatan ama bau itu..? Ato mungkin karena kita udah terlalu familiar kali ya dengan bau-bau dari kita sendiri. Aneh ah..
I dunno wether panitanya tau judul album keduanya Homogenic yang Echoes The Universe atau emang sengaja ngambil judul acaranya Echoes Of Harmony. But that’s not a big deal. Dan kali ini aku ga mau mereview, pengenya cerita aja ah.. So here the story goes, rencana awal adalah aku, Nonit, Wee Wee, dan Nying Nying berangkat dari solo jam 2 siang biar ga kehujanan, soalnya kalo sore-sore biasanya hujan. Dan ternyata penyakitku kambuh, penyakit susah bangun, hahaha. Karena aku baru bangun jam 3 sore dan cek HP ada 5 missed calls dan 4 new messages. Ternyata beberapa dari Nonit dan Wee yang sepertinya sudah cukup kesal nungguin aku. Tapi karena baru aja bangun jadi ya aku harus mandi dulu lah, biar kece n wangi. Kan mau ketemu Dina, hohoho cihuy mihuy. Habis mandi langsung kutunggangi motoro matico idamanku Spin hitam dan meluncur ke radio, kira-kira nyampe di sana jam setengah 4 an lah, trus ngobrol bentar ama mereka sekalian ngopy in pesenan Wee Wee albumnya Portishead yang Third, Sore yang Ports of Lima, Winona yang Rosebud, dan lain-lain. Dan ternyata hujan deras sodara-sodara. Untung bawa mantol yang cukup, jadi no problemo. Dan ternyata penumpangnya tambah 1 peserta lagi si Afif temenya Wee yang mau ikut nonton juga. Berbekal 2 mantol egois dan 2 mantol baik hati kita makan dulu di mie ayam, sampai kira-kira jam setengah 5 an kami melanjutkan perjalanan dan mampir dulu ke rumah Ajie buat ngambil camdig. Yuhuuuu perjalanan dimulai, menerpa hujan deras, untung pake celana pendek, jadi celananya ga basah-basah banget. Itupun harus dilintir dulu celananya sampai ke pangkal paha, kaya celana pemain voli. Pokoknya seksi dah ! Di jalan kami terpisah-pisah karena harus mampir ke toilet dan ternyata aku yang nyampe venue duluan, padahal tadinya paling belakang. Di Republic Jogja udah lumayan banyak yang nunggu di luar. Tapi aku memutuskan untuk ke toilet dulu. Mau kencing karena dinginya ga ketulungan. Ternyata di toiletnya ada tissue, jadi aku coba mengeringkan seluruh badan terutama pantat yang cukup basah, karena kalo basah biasanya gatel banget, daripada nanti di gigs nonton sambil garuk-garuk pantat ga nyaman jadi ya aku keringin dulu sejenak lah. Setelah itu datanglah teman-teman yang laindan kami mulai memasuki venue dan badan kami di stampel 2 kali yang satu di leher dan yang satu di tangan. Stampelnya bertuliskan Republik bukan REPVBLIK. hohoho. Venue kali ini adalah sebuah club dan dinginya minta ampuuuuun. Dasarnya orang udik, tapi bener sumpah dingin banget sampe aku harus bolak-balik ke kamar mandi beberapa kali. Acara dimulai dengan MC yang selalu kehabisan bahan, karena kasian ya aku ajakin ngobrol aja MC nya, trus aku dapet beberapa doorprize, hohoho. Pokoknya niatan awal adalah balik modal. Aku dapet satu doorprize doank sayanganya, ga boleh ndobel sih., tapi lumayan lah. Doorprizenya sebuah kaos dari distro sponsor, dan itu adalah kaos Cewe !! Akhirnya aku jual aja ke pembantuku dengan harga 30 ribu saja, dan dia mau (dengan sedikit ancaman pastinjaaaa) hahahaa balik modaaaaaaal. Konser dibuka dengan penampilan Alongside The Quay yang membawakan 3 lagu salah satunya Cleopatra is My Wife di lagu ketiga, sebenernya kemarin aku berharap performance yang lebih dari mereka, karena pas mereka live di radio, mereka bisa keren. Tapi not bad lah. Terus yang seru nih, aku cukup dikejutkan juga oleh salah satu band Jogja yang bernama Individual Live ini. Jujur aku belum pernah dengerin music mereka, dan ketika pertama kali melihat mereka bermain dan mendengarkan musicnya aku bisa langsung suka, padahal jarang-jarang aku bisa langsung suka ketika pertama kali denger. Music with no vocal dan katanya salah satu influencenya adalah Sigur Ros but I don’t know for sure karena nggak sempet ngobrol ama mereka. Mendengarkan music mereka kita seperti diajak berpetualang. Mereka bisa memainkan tempo dengan baik. Diawalai dentingan piano yang halus lalu disusul teman-temanya sampai upbeat. Ini seperti kita diajak berjalan-jalan digunung lalu berlari sampai puncak menikmati indahnya puncak gunung lalu turun lagi. Menyenangkan ! padahal mereka bukanlah tujuan utama saya datang ke gigs ini. But next time kalo ada gigs mencantumkan nama mereka I won’t miss it !! Jogja punya banyak band berpotensi ! Lalu Performance ketiga adalah Opium Den yang personilnya sudah cukup tua juga. hihihi. Dan akhirnyaaaa jreeeng jreeeeng jreeeeng. Elang datang membawa pestol maenanya bersama teman-temanya. Yup, it’s Polyester Embassy membuka dengan Blue Flashing Light dan menutupnya dengan Polypanic Rooms. Performance yang keren dari Polem didukung dengan Lightining yang ciamik pula. Pokoknya mantab dah ! Oh iya mengenai gambaran gigsnya untuk Lightingnya cukup keren, soundnya juga tidak bermasalah, dan visualnya keren, kadang juga nyisipin Video Klipnya Cincwa Lawrah yang cukup populer dengan judulnya udah Ujaaan, beceeeek nggak ada pereeeek... (eh bener nggak..?) yah itu lah, pokoknya for the VJ You know how to work on it. Dan akhirnya Homogenic pun bermain sebagai band terakhir malam itu. Maenya sangat halus dan kereeeen. Cihuy lagi dah, ada lagu baru yang dinyanyikan mereka pada malam itu yang nantinya mau dimasukin ke album ke 3, tapi aku lupa apa judulnya, orang si Risa nya aja juga belum hapal teks nya kok, jadi nyanyinya bawa contekan kecil di tangan, hihihi. Konser malam itu ditutup dengan lagu Utopia dan sayang sekali sodara-sodara. sebenernya penontonya udah membujuk Homogenic untuk kembali ke panggung dengan teriakan Lagi.. Lagi.. dan Lagi...!! Homogenic pun kembali ke atas panggung, tapi sialnyaaaa kata panitianya Time’s Up !! waktunya udah habis.. ahhh payaaaaaaaaaahhh....!! Dan Homogenicpun pamit untuk kedua kalinya, heeheehee.. Seusai konser si Nonit terobsesi buat cari Elang karena pengen poto bareng, dasar groupies ! hahahaha, tapi ternyata usaha nonit tidak sia-sia, dia ketemu sama Elang dan berhasil poto bareng, aku juga ga mau kalah donk ! hahaha. Ngobrol sama elang bentar dan eng ing eeeeeng si Dina keluar, jadi saya tinggalkan saja Elang ngobrol dengan Nonit sementara aku mengejar Dina untuk poto bareng, dengan kamuflase minta greeting, haaa haa haaa. Tapi akhirnya aku berhasil mendapatkan greeting Homogenic buat God Save The Pop dan foto bersama pastinjaaaa..!! Yesss !!! Ngobrol bentar lalu pamit, dan kami pun pamit pulaaaang. Sebelum pulang cari makan dulu di Soto Kudus,tempat dulu aku dan Nonit makan pas nonton Tika. Dan kira-kira jam setengah 1 lebih kami pulang ke Solo dan malam atau pagi itu udaranya sangat dingin sekali pake banget. Sampe di Solo jam 2 pagi dan umbelku udah meleeer meleeer ternyata. I am sick !!! Tapi tidak menyesal kok, senang senang senaaaaaaaaang..!!
Thx to my brother yang sudah mengijinkan trojan masuk ke pc ku. Alhasil sekarang si mas trojan udah menguasai administratornya, dan udah ga bisa windows task manager lagi, mau pasang kaspersky udah telat, mau dikasi PCMAV pas di klik malah ilang PCMAV-CLN.exe nya. Di Reject..!!! aseeeeeeeemm.. apa kabar 40gb lagu-laguku  kalau inget perjuangan dunlod yang sampe malem berhari-hari nginep di radio demi dunlodan rasanya pengen nangis. Karena HD ku ga dipartisi (ini juga goblognya aku jaman dulu yang terlalu meremehkan virus) jadi ya harus mengiklhaskan di install ulang. Atau alternatif lainya adalah bakar dulu di dvd. I hate Virus !!! Saya curiga mengenai bisnis virus ini (mulai Su'udzon). Menurut saya pribadi sih yang bikin virus-virus itu adalah perusahaan anti virus itu sendiri. Biar produk mereka tetep laku. Jadi mereka menyebarkan virus-virus baru sampai heboh dulu nanti setelah beberapa hari atau minggu baru keluarin update anti virusnya. Dianalogkan seperti seorang guru, mengeluarkan pertanyaan dulu baru dikasih jawaban, karena orang yang paling tau jawaban dari pertanyaan itu adalah guru itu sendiri. Seperti virus yang disebarkan dulu, baru dikasih anti virusnya. Huh !
| |