 Ini hanya review dari sudut pandang saya saja, jadi kalo mau protes percuma. Konser yang dimulai kurang lebih jam 8 malam ini dibuka dengan pemutaran Video The Monophones yang Mentari, sayang sekali The Monophones tidak bisa bermain dalam acara itu tapi tidak apa-apa. Untuk Visual saya hanya memberikan 2 bintang saja mungkin karena menurut saya kurang siap, maenya masih kasar banget, seperti anak smp lagi maen komputer, dengan menggnakan windows media player dan mengulang visual yang itu-itu saja, dan membuat saya mengantuk karena bosan, Jadi untuk VJ (Visual Jockey nya) cukup 2 bintang saja atau satu setengah bintang, karena pas Resky The Summerbee and The Honeythief maen masak visualnya video klipnya Oh Nina, How Come..?? Lalu diganti dengan Video mereka sendiri dengan segera.
Itu dari segi visual, kalau dari segi tempatnya saya berikan 3 stetengah bintang, karena saya juga tidak menyangka tempatnya bisa sebagus itu, seperti mini disco place dan lightningnya cukup keren, suasana di tempat itu sangat pas, ditambah tampilan stage yang manis dan simple saat Tika manggung, dimana ada 2 standing mic yang sudah dihiasi manis dengan pita dan bunga tapi sayang sekali menjadi sia-sia, karena dua-duanya mati, jadi akhirnya Tika menggunakan Mic biasa saja, but it's not a big deal, ada juga singgasana untuk Tika yang membuat dia semakin liar di panggung.
Resky The Summerbee and The Honeythief berkesempatan main pertama kali. Saya baru saja dengar ada band ini dan sounds like The Monophones dicampur Sore. Tapi jangan mengharap lebih. Lalu dilanjutkan Oh Nina, kalo ini saya sudah dengar beberapa lagunya dan sering ngobrol sama si Auf, si Mbah dan juga Uma nya sendiri. Sebenernya dari segi alat sudah cukup Canggih lho Oh Nina ini, seharusnya mereka bisa lebih explore, semoga nanti di album keduanya bisa lebih mateng lagi.
Tika datang dengan opening lagu barunya Tika datang dengan dandanan hip hop tapi tidak sehippie Yacko, heheheh.. Menggunakan mini skirt dan baju terusan (bener ga ya..? ga ngerti fashion sih..) dan penutup kepala yang jadi satu deh pokoknya dan berwarna putih, so simple n nice. Tidak lupa juga dengan bootsnya yang mungkin cukup susah untuk berjalan.
Oh iya, sebelum Tika keluar ada beberapa Visual tentang tulisan-tulisanya yang ternyata saya pernah baca di blognya di multiply ini. Yang jelas untuk performance Tika saya berikan 4 bintang, di sana dia benar-benar menguasai animo penonton, saat bernyayi dia bisa liar. Cuma satu yang saya dan beberapa teman sangat sayangkan adalah kenapa saat ngomong di jeda lagu Tika tidak bisa liar..??? Atau mungkin karena kami terlalu memberikan ekspetasi yang lebih tinggi.Terlihat dia masih play safe, kurang berani untuk ngomong, dan kenapa dia tidak berusaha menggauli tulisan-tulisan yang ada di visual tadi yang sebelumnya tampil diblog. Saya yakin dia bisa lebih bagus dari itu, bisa membuat suasana menjadi lebih menarik dan lebih hidup pastinya. Karena saya yakin Tika juga merupakan salah satu perempuan yang cukup "bahaya" di scene musik Indonesia, tidak hanya indie saja. Dia bisa liar ketika menulis atau bernyanyi, tapi kenapa tidak ketika ngomong..? Atau mungkin dia belum bisa menyampaikan pikiranya dengan baik.
Tapi saya tetep suka ketika dia bernyanyi, dimana dia bisa benar-benar liar, dan cukup menyenangkan untuk dilihat, ada beberapa lagu baru yang dibawakan seperti Uh Ah Lelah yang bercerita tentang ngentot katanya, tapi saya belum tau pasti ada juga Waltz Muram kalo nggak salah juga dan cukup menyenangkan, Lagu You Belong To Me juga dibawakan dengan suasana yang pas didukung dengan matinya lampu dan hanya ada bola disko yang berputar mengeluarkan sinar-sinar kecil yang manis. Mayday juga mantap, lagu yang menceritakan hari buruh ini sepertinya akan dirilis bulan Mei nanti. Saya juga suka ketika Tika bermain dengan Toa saat menyanyikan lagu Under Their Feet. Kalo kata cinta Laura "Rock On..!!".
Tapi sayang track favorite saya Waiting For 2 tidak dimainkan. Karena ini pertama kali saya menonton Tika secara langsung, batin saya merasa cukup puas, dan telinga saya juga cukup dimanjakan, bahkan otak pun ikut berdansa. One of the best gigs I've ever came..!!
Tidak menyesal datang jauh-jauh dari Solo melewati hujan deras, di akhir acara sempet melakukan short Interview dengan mbak Tika, really short karena cuman 6 menit, saya sedih sekaligus senang, sedih karena saya ingin waktu yang lebih, tempat yang enak dan suasana yang enak, mungkin karena after the gigs dan mbak tikanya masih capek juga, sebenernya ada beberapa pertanyaan mengganjal yang masih ingin saya tanyakan, tapi saya ngikut question list yang sudah dibikin produser saja, mungkin lain kali kalau Tika ke Solo bisa ngorol lebih banyak.
Mari kita lihat nanti pertengahan 2008 di album terbarunya Tika. Kalian semualah yang menilainya.

 Dalam hal ini saya cukup subjektif. Karena saya suka Sigur Ros saya berikan bintang 5 atas video ini, tapi saya berani bertanggung jawab juga. Terima kasih sebelumnya utuk Aryo "Alongside The Quay" untuk DVD nya. Kalau tidak salah video ini dibuat setelah mereka tur panjang di beberapa negara dan ingin rileks sejenak di Iceland sambil membuat beberapa gigs di tempat-tempat yang menarik secara free and unannounced , pardon me if I am mistaken karena tidak ada translate nya dan pelafalan inggris mereka juga kadang tidak jelas, mungkin karena itu memang bukan bahasa ibu mereka. Di video ini banyak sekali gigs-gigs mereka yang mungkin bisa membuat saya menangis bila saya berada dalam salah satunya. Ada yang outdoor di pegunungan, saya lupa namanya dan ada juga kota nelayan yang sudah mati, kota yang benar-benar terisolasi.
Dan penontonya yang datang pun beragam, mulai dari nenek-nenek,kakek-kakek,bapak,ibu dan remaja bahkan anak-anak kecil pun bisa menikmatinya. Benar-benar menikmatinya, dan merasakan damai sekali mendengar lagu-lagu mereka. Dan yang membuat perasaan saya terbawa adalah bukan hanya melihat penampilan sigur ros, tapi juga ekspresi para penontonya yang datang, tatapan mata si nenek tua, wajah innocent anak kecil, perempuan yang sedang menutup mata mencoba memaknainya, dan sepasang suami istri yang sedang berpelukan di sana. Sepertinya Sigur Ros benar-benar bisa menghipnotis seluruh makhluk yang datang. Rasanya suasana ini sulit didapatkan di Indonesia, contoh sepelenya saja pas Nouvelle Vague datang ke Indonesia kemaren, meskipun mereka sudah membangun suasana sebaik mungkin tapi tetap saja susah kalau penontonya tidak kooperatif dan katanya yang datangpun kebanyakan agj-agj.
Melihat video ini kita juga bisa melihat keindahan Iceland, serasa damai kalau berada di sana. Dan menjadi cita-cita saya juga suatu saat bisa datang ke sana. Oh, iya kenapa saya berikan 5 bintang karena video ini tidak hanya membuat saya jatuh cinta bahkan calon kakak ipar saya yang tidak mengenal sigur ros sama sekali bisa langsung jatuh cinta pada mereka, padahal awal-awal liat dia bilang "Ini musik apaan sih aneh banget.." banyak omong dan banyak bertanya, lalu saya diamkan saja dan dia juga ikut suasana diam sambil bergumam sendiri "Anjir itu gitarnya kok digesek-gesek sih, kaya biola aja.." , "Wah gila alat musiknya dari batu gitu bisa jadi suara yang keren..".. Yah begitulah, pokoknya bagi yang belum nonton, must seen this video..! disarankan ditonton dengan suasana yang sepi, lebih dari jam 12 malam mungkin, lebih baik nonton sendiri atau ditemani orang tapi yang bisa diam, hehehe, So that you can feel the love, you can feel the peace, you can feel the pain and you can feel the song.. Enjoy !

 | Category: | Movies | | Genre: | Other |
Oooohh I'm so lateee.. Tapi sejujurnya aku juga ga tau apakah film ini udah diputer di bioskop solo atau belum. Karena kemaren ga ada kerjaan di rumah jadi aku pinjem beberapa dvd, dan Reign Over Me ini salah satunya. Tapi yang jelas ini film lumayan bagus. Adam Sandler sangat lihai sekali dalam bermain dan memang sudah tidak diragukan lagi, ditemani rekanya Don Cheadle. I don't wanna be a spoiler tapi sedikit sinopsisnya mencertitakan seperti ini. A man who lost his family in the September 11 attack on New York City runs into his old college roommate. Rekindling the friendship is the one thing that appears able to help the man recover from his grief. Disinilah kita bisa melihat arti pertemanan yang sebenarnya. Coba kalau saya jadi Jhonson, pasti sudah lama saya tinggal, karena nggak bakal sabar untuk menghadapi sikap si Charlie Fineman ini.

 | LOVE | Feb 23, '08 12:28 AM for everyone |
| Category: | Movies | | Genre: | Horror |
ciaaah ciaaah.. jelek ah.. ceritanya standar.. kok setelah meninggalkan bioskop tidak meninggalkan kesan apa-apa ya..?? cuman kesan ngantuk dan keinget kalo belum mandi.. hahaha.. untung nontonya gratisan, dapet tiket dari radio.. coba kalo keluar duit.. pasti saya bakal nyesel.. ceritanya ngikut2 love actually ya atau paris j'taime.. yah mirip2 lah konsepnya.. biasanya kematian adalah jurus andalan para pembuat film untuk bisa membuat penontonya menangis.. tapi kok gak mempan ya..?? salah satu adegan favorit saya adalah ketika irwansyah megang payudaranya cintia bella itu.. anjing.. ngiri.. kira-kira itu butuh berapa take ya.. harusnya yang bikin film kabar-kabar donk kalo butuh pemeran pengganti.. saya siap menggantikan khusus adegan itu.. hahiahihaihihiaaaa.. kan lumayan bisa remet-remet dikit.. hauhuhshausauh... husssss... ga boleh ngeres.. maksudnya ngeremet tanganya.. hohoho..
| |