Sistem dimana dosen,guru,pengajar atau apalah istilahnya seperti seorang dewa. Ya, seorang dewa. Makhluk yang siap dijilati murid-muridnya kapan saja. Sistem penilaian yang sangat subjektif. Kenapa saya bisa mendapatkan nilai
A pada mata kuliah yang sebenarnya saya tidak mampu? Ketika saya bertanya pada dosen atau teman. Mereka menganggap saya sok. Atau bahkan mendengar beberapa celetukan teman saya. “Alah,sok banget sih, bilang aja kalo mau pamer nilai. “ Cuih..! Ambil tuh nilai kalau mau. Dan kenapa di mata kuliah yang saya rasa saya mampu, saya mendapatkan nilai
D padahal teman saya yang sering bertanya pada saya, dia bisa mendapat nilai
B. Tidak ikhlas, memang, tapi apa yang bisa saya lakukan. Protes? Sepintar apa saya berani protes sama dosen? Yang ada malah dosenya mau adu pinter? Dasar bodoh ! Kalau saya lebih pinter saya tidak akan menjadi muridmu lagi. Pikiran dosen yang sangat sempit, picik, subjektif. Dia memberikan saya nilai
D katanya dengan alasan saya sering telat. Dan saya sering memojokan dia dengan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin membuat dia bingung untuk menjawab dalam sebuah forum. Kata teman saya juga karena memang saya sudah masuk ke dalam listnya dia. List dimana saya harus mengulang mata kuliahnya. Mungkin karena dia terlalu cinta dengan saya.
Ketika saya bertanya pada teman saya yang mendapat nilai B itu. “Kok kamu bisa dapet B sih? Padahal kan UAS kemaren kamu nyontek aku, lebih dari 3 nomer malah.” Dan dia hanya menjawab. “Bejooo jiz.” Bejo di sini maksudnya beruntung. Ya, untung-untungan katanya. Jadi semua ini hanyalah mengenai untung tidak beruntung. Tanpa melihat sisi akademis sama sekali. Jadi disarankan banyak-banyaklah beroda supaya beruntung. Dan sering-seringlah pergi ke dukun, kalau perlu bergurulah pada dukun itu supaya selalu beruntung. Bahkan katanya ada dosen yang memberikan nilai secara acak. Mungkin karena dia malas untuk mengamati muridnya satu per satu. Jadi ya kembali pada untung-untungan tadi. Ironis memang. Saya kurang setuju dengan perkataan orang “Orang bejo(untung) mengalahkan orang pinter.” Suatu statement yang tidak adil dimana sebuah usaha menjadi tidak ada nilainya sama sekali. Tidak adil memang. Tapi itulah yang terjadi di dalam negara kita ini. Dan di negara yang amburadul ada 3 kunci menuju sukses yaitu duit, koneksi, dan untung.
Padahal kalau ditelusur lebih dalam. Pendidikan adalah akar dari semuanya. Semua keterpurukan, korupsi, atau penyakit negara lainya. Itu semua adalah corak sistem pendidikan negara kita. Seharusnya inilah yang harus lebih diperhatikan oleh para petinggi yang sok tinggi itu. Tidak akan pernah ada habisnya para koruptor, kalau sistem pendidikan kita masih menganut seperti itu. KPK tidak akan pernah ada gunanya. Bahkan mungkin bebrapa tahun kedepan. KPK lah yang melakukan korupsi. Semakin bobrok negara kita. Sistem pendidikan yang hancur, konyol, dan tidak masuk akal. Kalau mau maju. Ubahlah sistem pendidikan ini hei pak Menteri. Apa kerjamu? Memperbaiki gedung-gedung sekolah? Maaf tapi kuli bangunan pun hisa melakukanya. Mengadakan kunjungan-kunjungan ke luar negeri? Studi banding? Tidak, tidak dengan itu negaramu akan maju. Bukan dengan memperbaiki sekolah, membangun banyak sekolah di daerah-daerah, menambah fasilitas dan sarana lainya. Itu semua akan percuma apabila sistem pendidikanya saja sudah salah. Yang ada malah memberikan fasilitas dan memupuk kesalahan tersebut. Sistemnya lah yang harus diubah. Mind set.
Sistem yang kacau. Sistem yang penuh subjektifitas dimana siapa yang paling pintar menjilat dialah yang mendapat nilai tinggi. Sistem dimana kita harus patuh benar dengan apa kata dosen meskipun kadang kita tau itu salah. Jangan jadi pembangkang. Diam dan ikuti arusnya. Buatlah dia senang kalau ingin cepat lulus.
Memang saya masih "kuntul bawang". Dan ini hanya perkataan dari seorang bocah 18 tahun jalan yang katanya tidak mengerti apa-apa. Ya, saya memang bocah. Tapi bocah ini juga tidak buta,tidak tuli, dan masih memiliki otak untuk berpikir. Dan yang paling saya benci dari semua ini adalah saya terjebak di dalamnya dan tidak bisa melakukan perubahan apa-apa.