I dunno wether panitanya tau judul album keduanya Homogenic yang Echoes The Universe atau emang sengaja ngambil judul acaranya Echoes Of Harmony. But that’s not a big deal. Dan kali ini aku ga mau mereview, pengenya cerita aja ah.. So here the story goes, rencana awal adalah aku, Nonit, Wee Wee, dan Nying Nying berangkat dari solo jam 2 siang biar ga kehujanan, soalnya kalo sore-sore biasanya hujan. Dan ternyata penyakitku kambuh, penyakit susah bangun, hahaha. Karena aku baru bangun jam 3 sore dan cek HP ada 5 missed calls dan 4 new messages. Ternyata beberapa dari Nonit dan Wee yang sepertinya sudah cukup kesal nungguin aku. Tapi karena baru aja bangun jadi ya aku harus mandi dulu lah, biar kece n wangi. Kan mau ketemu Dina, hohoho cihuy mihuy.
Habis mandi langsung kutunggangi motoro matico idamanku Spin hitam dan meluncur ke radio, kira-kira nyampe di sana jam setengah 4 an lah, trus ngobrol bentar ama mereka sekalian ngopy in pesenan Wee Wee albumnya Portishead yang Third, Sore yang Ports of Lima, Winona yang Rosebud, dan lain-lain. Dan ternyata hujan deras sodara-sodara. Untung bawa mantol yang cukup, jadi no problemo. Dan ternyata penumpangnya tambah 1 peserta lagi si Afif temenya Wee yang mau ikut nonton juga. Berbekal 2 mantol egois dan 2 mantol baik hati kita makan dulu di mie ayam, sampai kira-kira jam setengah 5 an kami melanjutkan perjalanan dan mampir dulu ke rumah Ajie buat ngambil camdig.
Yuhuuuu perjalanan dimulai, menerpa hujan deras, untung pake celana pendek, jadi celananya ga basah-basah banget. Itupun harus dilintir dulu celananya sampai ke pangkal paha, kaya celana pemain voli. Pokoknya seksi dah ! Di jalan kami terpisah-pisah karena harus mampir ke toilet dan ternyata aku yang nyampe venue duluan, padahal tadinya paling belakang. Di Republic Jogja udah lumayan banyak yang nunggu di luar. Tapi aku memutuskan untuk ke toilet dulu. Mau kencing karena dinginya ga ketulungan. Ternyata di toiletnya ada tissue, jadi aku coba mengeringkan seluruh badan terutama pantat yang cukup basah, karena kalo basah biasanya gatel banget, daripada nanti di gigs nonton sambil garuk-garuk pantat ga nyaman jadi ya aku keringin dulu sejenak lah.
Setelah itu datanglah teman-teman yang laindan kami mulai memasuki venue dan badan kami di stampel 2 kali yang satu di leher dan yang satu di tangan. Stampelnya bertuliskan Republik bukan REPVBLIK. hohoho. Venue kali ini adalah sebuah club dan dinginya minta ampuuuuun. Dasarnya orang udik, tapi bener sumpah dingin banget sampe aku harus bolak-balik ke kamar mandi beberapa kali. Acara dimulai dengan MC yang selalu kehabisan bahan, karena kasian ya aku ajakin ngobrol aja MC nya, trus aku dapet beberapa doorprize, hohoho. Pokoknya niatan awal adalah balik modal. Aku dapet satu doorprize doank sayanganya, ga boleh ndobel sih., tapi lumayan lah. Doorprizenya sebuah kaos dari distro sponsor, dan itu adalah kaos Cewe !! Akhirnya aku jual aja ke pembantuku dengan harga 30 ribu saja, dan dia mau (dengan sedikit ancaman pastinjaaaa) hahahaa balik modaaaaaaal.
Konser dibuka dengan penampilan Alongside The Quay yang membawakan 3 lagu salah satunya Cleopatra is My Wife di lagu ketiga, sebenernya kemarin aku berharap performance yang lebih dari mereka, karena pas mereka live di radio, mereka bisa keren. Tapi not bad lah. Terus yang seru nih, aku cukup dikejutkan juga oleh salah satu band Jogja yang bernama Individual Live ini. Jujur aku belum pernah dengerin music mereka, dan ketika pertama kali melihat mereka bermain dan mendengarkan musicnya aku bisa langsung suka, padahal jarang-jarang aku bisa langsung suka ketika pertama kali denger. Music with no vocal dan katanya salah satu influencenya adalah Sigur Ros but I don’t know for sure karena nggak sempet ngobrol ama mereka. Mendengarkan music mereka kita seperti diajak berpetualang. Mereka bisa memainkan tempo dengan baik. Diawalai dentingan piano yang halus lalu disusul teman-temanya sampai upbeat. Ini seperti kita diajak berjalan-jalan digunung lalu berlari sampai puncak menikmati indahnya puncak gunung lalu turun lagi. Menyenangkan ! padahal mereka bukanlah tujuan utama saya datang ke gigs ini. But next time kalo ada gigs mencantumkan nama mereka I won’t miss it !! Jogja punya banyak band berpotensi ! Lalu Performance ketiga adalah Opium Den yang personilnya sudah cukup tua juga. hihihi.
Dan akhirnyaaaa jreeeng jreeeeng jreeeeng. Elang datang membawa pestol maenanya bersama teman-temanya. Yup, it’s Polyester Embassy membuka dengan Blue Flashing Light dan menutupnya dengan Polypanic Rooms. Performance yang keren dari Polem didukung dengan Lightining yang ciamik pula. Pokoknya mantab dah ! Oh iya mengenai gambaran gigsnya untuk Lightingnya cukup keren, soundnya juga tidak bermasalah, dan visualnya keren, kadang juga nyisipin Video Klipnya Cincwa Lawrah yang cukup populer dengan judulnya udah Ujaaan, beceeeek nggak ada pereeeek... (eh bener nggak..?) yah itu lah, pokoknya for the VJ You know how to work on it. Dan akhirnya Homogenic pun bermain sebagai band terakhir malam itu. Maenya sangat halus dan kereeeen. Cihuy lagi dah, ada lagu baru yang dinyanyikan mereka pada malam itu yang nantinya mau dimasukin ke album ke 3, tapi aku lupa apa judulnya, orang si Risa nya aja juga belum hapal teks nya kok, jadi nyanyinya bawa contekan kecil di tangan, hihihi. Konser malam itu ditutup dengan lagu Utopia dan sayang sekali sodara-sodara. sebenernya penontonya udah membujuk Homogenic untuk kembali ke panggung dengan teriakan Lagi.. Lagi.. dan Lagi...!! Homogenic pun kembali ke atas panggung, tapi sialnyaaaa kata panitianya Time’s Up !! waktunya udah habis.. ahhh payaaaaaaaaaahhh....!! Dan Homogenicpun pamit untuk kedua kalinya, heeheehee..
Seusai konser si Nonit terobsesi buat cari Elang karena pengen poto bareng, dasar groupies ! hahahaha, tapi ternyata usaha nonit tidak sia-sia, dia ketemu sama Elang dan berhasil poto bareng, aku juga ga mau kalah donk ! hahaha. Ngobrol sama elang bentar dan eng ing eeeeeng si Dina keluar, jadi saya tinggalkan saja Elang ngobrol dengan Nonit sementara aku mengejar Dina untuk poto bareng, dengan kamuflase minta greeting, haaa haa haaa. Tapi akhirnya aku berhasil mendapatkan greeting Homogenic buat God Save The Pop dan foto bersama pastinjaaaa..!! Yesss !!! Ngobrol bentar lalu pamit, dan kami pun pamit pulaaaang.
Sebelum pulang cari makan dulu di Soto Kudus,tempat dulu aku dan Nonit makan pas nonton Tika. Dan kira-kira jam setengah 1 lebih kami pulang ke Solo dan malam atau pagi itu udaranya sangat dingin sekali pake banget. Sampe di Solo jam 2 pagi dan umbelku udah meleeer meleeer ternyata. I am sick !!! Tapi tidak menyesal kok, senang senang senaaaaaaaaang..!!